SPMMN 2013: Muslim, Muda, Membangun Negeri.

Seminar Pemuda Muslim Membangun Negeri 2013, disingkat SPMMN 2013 adalah sebuah kegiatan berkumpulnya para pemuda muslim untuk saling berbagi inspirasi dan motivasi berkarya. Kegiatan  ini merupakan acara perdana yang juga menjadi sebuah momentum terbentuknya gerakan “Pemuda Muslim Membangun Negeri (PMMN)” sebuah gerakan pemuda Islam yang berbasis keprofesian dan pengabdian masyarakat untuk turut membangun Indonesia yang lebih baik.

Acara ini telah diselenggarakan pada Ahad, 14 Juli 2013/ 5 Ramadhan 1434 H, bertempat di SMESCO Convention Hall, Jakarta, dihadiri oleh sekitar 120 orang peserta. Beberapa tokoh nasional turut hadir untuk memberikan opening speech dalam kegiatan ini, diantaranya Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin (Ketua BAZNAS pusat), Prof. Dr. Misri Gozan (Guru Besar UI bidang Biorefinery), dan Ibu Fahira Idris   (Ketua Umum Yayasan Gerakan Nasional Anti Miras).

pic1

Prof. Dr. K.H Didin Hafidhuddin, Prof. Dr. Ing. Misri Gozan, dan Ibu Fahira Idris memberikan dorongan dan semangat bagi kami, para pemuda ini untuk tidak patah arang dan terus bergerak membawa arus perubahan. Dalam pidatonya, Prof. Dr. K.H Didin Hafidhuddin berpesan agar kami mengeksplorasi 5 hal yang menjadi potensi umat Islam: ajaran Islam, sumber daya manusia, sumber daya alam, sejarah, dan pertolongan Allah SWT.

pic2

Prof. Dr. Ing. Misri Gozan dengan semangatnya yang luar biasa tidak malu bercerita tentang masa muda beliau yang harus berjualan kerupuk dan kecap, beliau berpesan agar kami tidak malu dengan identitas keislaman kami. “Inilah saatnya kita bergerak!” ucap beliau ketika mengisahkan kehidupan beliau semasa kuliah di Jerman pasca peristiwa 11 September 2001. Luar biasa.

pic3

Dengan sosok keibuannya, Ibu Fahira Idris dalam pidatonya mengapresiasi acara ini dengan luar biasa. Bahkan, beliau mengirimkan karangan bunga sebagai sebuah bentuk apresiasi bagi acara ini. Dalam pidatonya beliau berpesan agar anak muda tidak hanya berprestasi di dalam kelas, tetapi juga berorganisasi. Karena, kata beliau, “Dari berorganisasilah saya belajar empati dan simpati yang berguna bagi berbagai kegiatan sosial saya sekarang ini”. Di penghujung pidatonya, beliau berpesan, “Sebaik-baik ilmu adalah yang diamalkan dan sebaik-baik amal adalah keikhlasan yang menyertainya”.

pic4h

Sajian  utama dari acara ini  adalah Talkshow bertemakan “Saya Pemuda Muslim Membangun Indonesia” bersama para tokoh-tokoh muda berprestasi diantaranya Erianti Rusydina Edward (alumni program pertukaran mahasiswa ke  Kanada dan Korea), Davrina Rianda (Pemimpin Redaksi Media Aesculapius—Lembaga Pers FKUI—, Hijaber berprestasi), Meilisa Rachmawati (Mahasiswa berprestasi FKG UI), Maulana Rosyadi (Mantan Ketua BEM FKUI), Dera Hafiyyan (Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Elektro-ITB, Technopreneur muda), Egar Putera Bahtera (Entrepreneur muda, Founder of Chevalier Store), Renatha Febrianthi (Aktivis Anak jalanan, Hukum UGM), Ghulam Azzam Robbani (Pengajar Al-Quran di Abata Excellent Islamic School, Quranpreneur), dan Agastya Harjunadhi (Sekjen Young Islamic Leader).

Mereka berbagi berbagai kisah, pengalaman, serta gagasan yang sangat menginspirasi dan memotivasi peserta. Terbukti ketika dibuka sesi tanya jawab, hampir seluruh peserta mengangkat tangan dan ingin mengajukan pertanyaan karena  begitu antusiasnya. Acara ini juga dimanfaatkan untuk membaca “Ikrar Pemuda Muslim Membangun Negeri” dipimpin oleh Ghulam Azzam Robbani selaku ketua panitia dan diikuti oleh seluruh peserta seminar secara serempak.

pic7b

Selain itu ada juga hiburan musik religi membawa  lagu “This is Islam” yang menyampaikan salah satu pesan dari acara ini yaitu Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Acara ditutup dengan buka puasa bersama. Namun bagi peserta yang masih bisa melanjutkan, acara disambung  dengan sholat maghrib, sholat isya, tausyiah, serta doa bersama, dipimpin oleh Ust. Sigit Pranowo, Lc, Al-Hafidz.