Harga Nilai Moral

May 29, 2013 § Leave a comment

Oleh Haedar Nashir

Sebut dia Madonna. Nama lengkapnya Madonna Luise Ciccone, usia 54 tahun. Aktris kelahiran Michigan, Amerika Serikat, ini sangat digemari. Ia sangat popular dan dijuluki Ratu Pop tersukses sepanjang masa dalam rilis Guinness World of Records. Namanya bahkan diabadikan di Museum Rock and Roll Hall of Fame.

Penggemar Madonna tersebar di seluruh negara. Penjualan rekaman musiknya mencapai lebih dari 300 juta kopi. Majalah Billboard 2008 memeringkat Madonna di nomor dua setelah the Beatles dalam daftar Billboard Hot 100 All-Time Top Artists, yang menjadikannya sebagai penyanyi solo yang merajai sejarah tangga lagu di Negeri Paman Sam. Penampilannya selalu sensasional.

Namun, dari sisi moral, kepopuleran Madonna memiliki arti lain. Dia digemari publik sedunia karena penampilannya yang serbapanas. Atraksinya di panggung sering kali liar. Penyanyi seksi yang satu ini pernah memegang bagian paling terlarang dari tubuhnya di atas panggung. Bahkan, ia berani melepas celana bagian paling aurat di atas pentas, kemudian melemparkannya ke arah penonton. Penggemarnya terkesima dan larut dalam histeria.

Boleh jadi perangai yang serbabinal itulah yang menjadikan aktris ini popular di mata penggemarnya. Sama dengan penampilan seronok Christina Aguilerra, Cheryl Cole, Beyonce, Jessie J, Katy Perry, Lady Gaga, Miley Cyrus, Rita Ora, dan Rihanna ketika pentas, yang membuat pendukung fanatiknya mengalami kegilaan. Para penggemar sosok-sosok sensasi panggung ini sangat fanatik buta hingga mati nalar sehatnya. Inilah wajah dunia popular yang memesona anak cucu adam di muka bumi.

Racun duniawi

Ali bin Abi Thalib pernah menulis surat kepada Salman Al-Farisi, sahabat yang dianggapnya  sebagai keluarga. Kata Ali, “Wahai Salman, kehidupan dunia itu sepreti ular, lembut diraba, tetapi berbisa.”

Ali selain dikenal berilmu tinggi, juga sosok zahid. Dia jauh dari gemerlap duniawi, seperti harta, tahta, dan wanita. Dia bersahaja, bahkan demi kebenaran tidak mau bermain transaksi kekuasaan yang menyebabkannya dijauhi mereka yang menginginkan jabatan. Ali tahu kesenangan berlebih atas pesona dunia akan menyebabkan orang mudah dimakan dunia dan lupa hakikat hidup.

Racun dunia dapat menyebabkan lumpuhnya kesasaran ruhaniah manusia sekalipun mereka yang beriman dan berilmu agama. [Q.S Ali Imran (3): 14]. Meski begitu, masih banyak orang lalai dan akhirnya terjerumus dalam keindahan duniawi yang semu.

Maka, tak perlu heran dalam menganggap fiksi manakala ada orang-orang beriman dan berilmu agama tinggi jatuh diri pada gelimang dunia yang serbainderwai, lalu tersesat jalan dalam beragam bentuk penyimpangan moral, iman, dan ilmunya tidak autentik [fitri] serta gagal mengekang dan menyinari dirinya dari hawa nafsu yang serbamenyenangkan itu.

Formal mereka sarat dengan aksesori agama, tetapi jiwanya kosong dan perilakunya rapuh. Mereka secara kejiwaan menderita sakit anomi, melakukan hal-hal buruk karena lompatan hidup yang mencerabut dirinya. Pada saat seperti itu, mata hati ruhaniahnya jadi mati (Q.S Al-An’am [6]: 122). Ketika nurani mati, moral pun akhirnya rapuh.

Dunia bagi orang beriman sungguh memerlukan fondasi moral yang berbasis pada tauhid dan akhlak mulia. Pilihan moralitas itu sungguh penting untuk dijadikan rujukan oleh siapa pun yang menggelorakan kebenaran. Lebih-lebih kebenaran ajaran agama yang menjadi misi Nabi akhir zaman yang diutus allah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Dunia dalam ranah apa pun, termasuk politik, manakala tanpa moral, akan serba liar dan jatuh pada ketakberadaban. Dari luar tampak bersih, tetapi di dalamnya kumuh dan seronok

Bagi orang beriman, nilai moral itu pasti, tidak abu-abu. Patokan moral utama membimbing jiwa siapapun agar hidup tetap dalam berada di jalan yang benar [al-haqq] dan menjauhi jalan yang salah [al-bathil]. Melaksanakan yang baik [al-khayr, al-ma’ruf] dan mencegah diri dari yang serbaburuk [al-munkarat]. Menepati perilaku yang mulia [al-akhlaq al-karimah] dan menghindari perangai yang tercela [al-akhlaq al-mazhmumah]. Dunia berbasis moral utama pasti akan selamat, damai, dan beradab.

Kebenaran Moral

Jangan tanyakan nilai moral utama pada opini publik. Moral berbasis nilai-nilai ilahi tak berkaitan dengan selera dan dukungan massa. Penggemar Lady Gaga ketika hendak konser di Indonesia sangat banyak. Mereka membela mati-matian dan mengalami histeria.

Ketika akhirnya sang penyanyi sensasional itu gagal datang ke negeri Muslim terbesar ini, di antara pendukung setianya bahkan tak mau menukarkan tiketnya yang telah dibelinya dengan sangat mahal demi si Gaga. Moralitas yang dianut serbapermisif, apa saja boleh.

Dalam ranah diri manusia, tatkala nafsu fuzara [buruk] mengalahkan ruhani muttaqa [baik] maka siapa pun akan jatuh diri pada demoralisasi. Itulah ranah akhlak yang tidak ada hubungannya dengan selera maupun dukungan publik.

Betapa riskan mengaitkan demoralisasi dalam bentuk apa pun dengan dukungan massa. Jangan pula diukur dengan obligasi olitik yang disangga perilaku taklid buta dalam mengikuti standar moral. Nanti terjebak pada Madonnamania, baik atau buruk yang penting memuja Madonna.

Dalam kebenaran moral yang menjadi misi Nabi akhir zaman sungguh tak demokrasi, kecuali pada moral situasional yang berlaku di masyarakat yang tersekulerisasikan secara masif.

Kebiasaan buruk seperti korupsi dapat berubah menjadi “budaya” ketika makin banyak orang mereguk harta di jalan haram, sedangkan mereka yang jujur dan bersih menjadi terasing. Sementara, para penegak kebenaran moral yang jujur menghadapi banyak musuh dari mereka yang korup dan membenarkan penyimpangan dalam beragam dalil.

Maka, harga moralitas yang utama memang mahal. Ia tak dapat dipertukarkan dengan demokrasi atau apa pun yang sifatnya relatif dan situasional. Kini, tinggal menguji kejujuran siapa pun yang masih menyimpan nurani kebenaran iman.

Kebenaran moral sungguh tak dapat diukur oleh mereka yang lalai hidup maupun selera publik yang nalar sehatnya mati suri. Sebab, mata hatinya yang jernih telah terkunci.

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Harga Nilai Moral at The Truth.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 446 other followers

%d bloggers like this: